MAKASSAR, 16 Oktober 2025 – Yayasan Dewa Aksara Nusantara – ISO Jepang turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam Indonesia Career Center Network (ICCN) Summit 2025 yang diselenggarakan di Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin, Makassar. Kehadiran ISO Jepang dalam forum yang mengusung tema “Empowering Career Centers: Innovation, Collaboration, and Future Workforce Readiness” ini memperkuat komitmen lembaga dalam membuka akses kerja berkualitas di Jepang bagi talenta Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan 85 perguruan tinggi di Indonesia.
ICCN Summit 2025 merupakan perayaan satu dekade berdirinya jaringan pusat karir perguruan tinggi Indonesia yang dihadiri 143 peserta dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Forum ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan kolaborasi strategis antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk memperkuat pengembangan talenta nasional dalam menghadapi tantangan pasar kerja global yang semakin kompetitif. Urgensi ini semakin nyata mengingat perlunya peningkatan profil pekerja migran Indonesia agar lebih banyak berkontribusi di sektor formal dengan kompetensi yang mumpuni dan sesuai standar internasional.
ISO Jepang hadir sebagai narasumber dalam sesi Diskusi Panel dan Tanya Jawab bertajuk “Peran Career Center dalam Meningkatkan Daya Saing Talenta Indonesia di Pasar Kerja” yang dimoderatori oleh Dr. Teddy Indira Budiwan, S.Psi., M.M. Ketua Yayasan Asep Listyanto mewakili ISO Jepang dalam memberikan pemaparan mengenai tiga skema program utama dan paling populer untuk bekerja di Jepang, yaitu:
TITP (Technical Intern Training Program) atau Program Magang
SSW (Specified Skilled Worker) atau Tokutei Ginou untuk pekerja berketerampilan khusus
Engineering atau Gijinkoku untuk profesional di bidang teknik
Acara yang berlangsung selama tiga hari (16-18 Oktober 2025) ini juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan strategis, termasuk Presiden ICCN Dr. Rosaria Mita Amalia M.Hum, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek, Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI, dan Universitas Hasanuddin.
Presiden ICCN, Dr. Rosaria Mita Amalia M.Hum, menyatakan apresiasi atas kolaborasi dengan berbagai pihak dalam summit tahun ini. “Untuk tahun ini tentu punya topik yang sangat spesial dan khusus, kami juga menggandeng Pusat Pasar Kerja, Kementerian P2MI, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Kami mengajak bersama-sama berkolaborasi memberikan insight bagaimana kita meningkatkan kinerja alumni kita untuk bekerja dan punya peluang kerja di luar negeri, itu yang membedakan dengan topik di tahun sebelumnya.”
Kehadiran ISO Jepang dalam ICCN Summit 2025 diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam:
Memperluas akses informasi bagi pengelola pusat karir di 85 perguruan tinggi mengenai peluang kerja berkualitas di Jepang
Meningkatkan pemahaman tentang jalur-jalur resmi dan legal untuk bekerja di Jepang melalui program magang, SSW, dan Engineering
Memperkuat sinergi antara lembaga pelatihan, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam mempersiapkan talenta Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja global
Mendorong transformasi pekerja migran Indonesia dari sektor informal ke formal dengan kompetensi yang sesuai standar internasional
Berkontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan melalui pembukaan akses kerja berkualitas dengan penghasilan yang layak
ISO Jepang adalah pusat lembaga pelatihan bahasa, budaya, dan etos kerja Jepang secara online dan offline yang bernaung di bawah Yayasan Dewa Aksara Nusantara. Lembaga ini mempersiapkan peserta agar terampil berbahasa serta siap bekerja di Jepang melalui program pelatihan komprehensif.
Sebagai bagian dari Bersama Corporation, ISO Jepang memiliki jaringan lembaga terpercaya yang mencakup PT. Multi Lintas Buana Raya (P3MI), LPPR Indonesia (LPK SO), dan Aiko Indonesia (LPK SO). ISO Jepang telah diakui oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta telah melakukan berbagai kerja sama dengan pemerintah daerah di Indonesia dalam upaya memberantas kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat.






