JAKARTA & TANGERANG SELATAN – Delegasi Parlemen dan Pemerintah Prefektur Mie, Jepang, melakukan kunjungan kehormatan kedua ke Indonesia untuk memastikan poin-poin dalam Nota Kesepahaman (MoU) terlaksana secara konkret. Kunjungan maraton ini mencakup pertemuan strategis dengan Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna menyinkronkan standar kualitas SDM Indonesia dengan kualifikasi industri di Jepang.
Di Provinsi Banten, Gubernur Andra Soni mendampingi delegasi meninjau langsung Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) untuk memastikan kesiapan pelatihan vokasi. Langkah ini merupakan bagian dari penjajakan hubungan sister province yang menitikberatkan pada pengembangan SDM sebagai fondasi investasi.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan KP2MI, delegasi Jepang menegaskan komitmen mereka terhadap pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menteri KP2MI menekankan pentingnya protokol mekanisme pelindungan yang jelas, pemantauan ketat, serta pendataan komprehensif bagi PMI yang bekerja di Prefektur Mie untuk menjamin pemenuhan hak-hak mereka selama bertugas.
Fokus pada pendidikan vokasi diperkuat dalam koordinasi dengan Kemnaker melalui inisiatif "SMK Go Global". Kerja sama ini bertujuan memastikan lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang linear dengan kebutuhan pasar kerja Jepang. Hal ini didukung oleh penandatanganan MoU antara Prefektur Mie dengan Dirjen Binalavotas Kemnaker untuk mendukung pengiriman peserta pemagangan teknis yang kompeten dan berdaya saing global.
Sektor kesehatan juga menjadi agenda utama melalui kunjungan ke Poltekes Jakarta III dan Universitas Indonesia. Seminar yang dilakukan bersama Kemenkes ini berfokus pada peluang karier profesional bagi tenaga kaigo (caregiver). Pemerintah ingin memastikan bahwa lulusan kesehatan Indonesia dapat meniti jenjang karier yang lebih tinggi di Jepang dengan kualifikasi yang disesuaikan dengan standar internasional, mengingat rekam jejak PMI yang dinilai memiliki etos kerja dan disiplin tinggi dibanding negara lain.






